Sabtu, 17 Juni 2023

EXC



 -EXC-


Jacquelline bingung, cemas, gemetar. Warna biru gelap dihiasi bercak hitam dan putih secara bercamaan menjadi suasana yang pas untuk melengkapi Jacquelline waktu itu. kesedihan yang ia rasakan atas kehilangan orang terhindah dalam dunianya layaknya kembang mawar yang tumbuh di Pulau Nazino dalam kuasa Unisoviet. 

Semua saran pesan yang disampaikan beliau seakan akan hujan mutiara, dengan pikiran yang jernih, hati yang tenang, dan raga yang sehat Jacquelline merasa beruntung dapat berhubungan dengan beliau, hidup Jacquelline pun merasa terarah dalam menjalani hidup dan ada alasan untuk dia pulang.

Pulang dalam aturan, pulang dalam kepribadian, pulang dalam tanggung jawab, pulang dalam ketenangan. Namun Tuhan beranggapan bahwa Jacquelline harus bergerak maju, tidak bisa terus-terusan dipapah begini dia harus menciptakan ceritanya sendiri dengan memanggil beliau untuk menjadi pelayannya.

Apapun yang terjadi itulah yang tebaik...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar