-Hose-
Gelapnya petang dibandingkan dengan Gelapnya pagi, Waktu yang menjadi adegan para penduduk melihat halaman baru, Saddha tidak tidur semalaman, semua kegiatannya dimalam itu semata-mata untuk hiburannya sendiri, kepentingan diri sendiri, fokus diri sendiri. Saddha merupakan salah satu dari penduduk yang tidak hari dalam adegan tersebut, untuk hari ini. Memang sifat pemalasnya ini sudah menguasainya dari ujung rambut hingga ujung kaki, diselalu tidak hadir dalam adegan pertama halaman. Sebaliknya ketika para penduduk beralih adegan yang berkelanjutan, Saddha yang dikuasai rasa malasnya tidak berkeinginan hadir dalam adegan tersebut. Nah, selalu ada sebab-akibat dalam adegan. Dengan latar belakang dia yang membuatnya menjadi seperti ini. ginjal dia rusak satu, entah apa penyebabnya, Saddha tidak pernah mengkonsumsi makanan yang aneh-aneh, ia cenderung sehat dan perhatian akan kesehatannya, namun tragedi itu membuat pola pikirnya berubah tak peduli cepat atau lambat, siang atau malam, panas atau dingin. Pasti akan terjadi.
Ibunya telah lama meninggal, ayahnya entah kemana semenjak kepergian ibunya yang selamanya, dua gelas kopi, empat botol liquid dengan masing-masing rasa dan masing masing kadar nikotin lima puluh mg. Saddha tidak mengkhawatirkan uang yang keluar, persiapan dimasa lajangnya yang kian investasi. Saudara, kerabat yang dekat, peduli terhadapnya namun respon Saddha monoton.
Perasaan yang dimiliki olehnya tak bisa dibohongi, dia juga merasa hal yang sama, maraton jam pada gelapnya malam ia gunakan untuk menghasilkan sesuatu. Ini adalah hasilnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar